Perlukah Menggunakan Tabir Surya di Tengah Musim Hujan?

Aghil – Merawat kesehatan kulit tentu merupakan suatu hal yang penting. Salah satunya dengan menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.

Melansir dari laman Self.com, jika kulit terlalu lama terpapar sinar matahari dapat mengakibatkan berbagai macam gangguan pada kulit. Mulai dari kulit yang terbakar hingga memicu sel kanker.

Menurut Dr. Angely Tio, sunscreen atau tabir surya merupakan hal yang wajib digunakan saat keluar rumah.

"Biar si kulitnya gak kena radiasi langsung dari matahari," ujarnya seperti dilansir dari laman Pikiran Rakyat.

Kemudian muncul pertanyaan baru, apakah di musim hujan tabir surya masih perlu digunakan?

Dokter Angely menyatakan bahwa hal tersebut tetap perlu dilakukan, meskipun musim penghujan.

"Sunscreen tetap dipakai, karena walaupun hujan tetap ada matahari walaupun gak berasa," ungkap dokter Angely.

Bahkan, saat di rumah pun ia menyarankan untuk menggunakan tabir surya. Hal ini untuk melindungi dari sinar UVA dan UVB.

"Di rumah sebenarnya juga perlu, karena lampu kan juga ada UVB-nya," katanya.

UVA dan UVB merupakan jenis sinar radiasi yang terbagi berdasarkan panjang gelombangnya. Sinar Ultra Violet A (UV A) dengan gelombang panjang, sinar Ultra Violet B (UV B) dengan gelombang pendek.

UVA ini merupakan sinar yang akan selalu ada dalam kondisi cuaca apapun. Sinar UVA ini mampu menembus hingga lapisan dalam kulit, sehingga dapat merusak sel kulit.

Efek jika terkena sinar ini adalah kulit menjadi kusam dan mempercepat penuaan dini pada kulit. Misalnya timbul kerutan atau garis halus, noda hitam pada kulit, dan tekstur kulit yang kasar.

Sedangkan UVB adalah sinar yang paling besar pengaruhnya dalam menimbulkan kanker kulit. Sinar UVB juga akan semakin kuat seiring dengan cuaca yang semakin panas atau teriknya matahari.

Jadi, meskipun sedang hujan dan harus beraktvitas di luar rumah, tetap gunakan sunscreen ya.